Thymosin Alpha-1
Peptida imunomodulator yang disetujui di 35+ negara
Disclaimer: Konten ini hanya untuk tujuan informasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan. Peptide.co.id tidak memberikan saran medis.
Thymosin Alpha-1 (Tα1) adalah peptida 28 asam amino alami yang diproduksi oleh thymus. Disetujui sebagai obat (Zadaxin) di lebih dari 35 negara untuk hepatitis B/C dan sebagai imunomodulator.
Status Regulasi
Disetujui sebagai Zadaxin di 35+ negara untuk hepatitis B/C dan sebagai imunomodulator.
Apa Itu Thymosin Alpha-1?
Thymosin Alpha-1 secara alami diproduksi oleh kelenjar thymus dan berperan kritis dalam pematangan sel T dan regulasi sistem imun. Versi sintetisnya (Zadaxin) telah disetujui di lebih dari 35 negara untuk pengobatan hepatitis B kronis, hepatitis C, dan sebagai adjuvan untuk vaksin pada pasien imunocompromised.
Manfaat yang Dilaporkan
Modulasi Sistem Imun
Merangsang pematangan dan aktivasi sel T, NK cells, dan sel dendritik.
Pengobatan Hepatitis
Data klinis untuk hepatitis B dan C kronis — disetujui di banyak negara Asia.
Adjuvan Vaksin
Meningkatkan respons imun terhadap vaksin pada populasi imunocompromised.
Anti-Tumor
Diteliti sebagai imunoterapi adjuvan dalam beberapa jenis kanker.
Risiko & Pertimbangan
- Efek samping umumnya ringan: reaksi injeksi, fatigue
- Biaya tinggi untuk versi farmasi (Zadaxin)
- Kontraindikasi pada penerima transplantasi organ (karena efek imunostimulasi)
Cara Penggunaan dalam Konteks Riset
Injeksi subkutan. Versi farmasi (Zadaxin) memiliki protokol dosis yang ditetapkan.
Penting: Peptide.co.id tidak memberikan rekomendasi dosis. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan.
Dimana Beli Thymosin Alpha-1 di Indonesia
Versi farmasi (Zadaxin) tersedia di beberapa negara Asia. Versi riset juga tersedia dari vendor peptida.
Lihat Direktori Toko PeptidaPertanyaan yang Sering Diajukan
Peptida Terkait
Dapatkan Update Terbaru
Update riset peptida terbaru langsung ke inbox Anda. Gratis, tanpa spam.
Ditulis oleh Tim Editorial Peptide.co.id
Konten ditinjau berdasarkan literatur ilmiah terkini. Diperbarui: 15 Januari 2024.
Punya saran atau koreksi? Hubungi tim editorial • Pendekatan kami